Sedikit yang saya tahu tentang makna arti Cinta, berbagai pandangan, perspektif, pendapat, literasi, dan defenisi-defenisi lain dari zaman ke zaman. Jika saya anda dan kita lihat, mencoba berkontemplasi dengan apa yang sering disebut Cinta dalam konteks historis, Cinta yang dianggap "racun" dewasa ini sudah ada sejak zaman bahkan tatkala manusia belum terbentuk tubuhnya, belum tercipta jiwanya, sang Maha Ada huwa awalu wal akhiru sudah menyebarkan sudah mensyiarkan membudayakan indah-indahnya nyaman-nyamannya kasih-kasihnya rasa sayang menyayangi, dan lain sebagainya. Itu terjadi dengan nuansa dan kondisi yang jika harus logika saja yang digunakan untuk merasakan dan mencari-cari asbabul nujub nya saya kira sampai saya mati tidak akan ada yang bisa menggambarkan, merangkaikan, sampai dititik ditemukannya konsep atau definisi Cinta yang konkret dan disepakati oleh insan diseluruh dunia, dan itu bersifat demokratis dan egaliter dengan tentunya makhluk hidup lainnya tumbuhan, hewan, dan lain sebagainya.
Ini semua bukan untuk benar-benar kita mencari solusi dari itu semua, tapi lebih kepada "penggelisahan" kembali orang-orang yang akan membaca ini. Filsuf Socrates lewat muridnya Plato pernah berkata Aku tida bisa mengajar siapapun, apapun. Aku hanya bisa membuat mereka berpikir Sang filsuf melegenda ini terlepas bagaimana historis-biografis hidupnya bagaimana siabang Socrates ini merupakan orang yang telah banyak menyumbang terhadap kebudayaan Eropa bahkan dunia. Ketertarikan saya adalah adanya korelasi dengan konsep "penggelisahan" yang saya maksud diatas, yaitu mungkin bisa kita cross check kepada psikolog bahwa ketika insan gelisah maka otak dan akalnya itu akan terus maen dan disini keinginan Tuhan akan salah satu anugerahnya yang luar biasa harus disyukuri yaitu "akal" dapat digunakan dengan tetap tidak terlepas dari awal timbulnya kegelisahan afeksi insan. Bisa kegelisan itu terjadi karena kegagalan hidup mungkin kebanyakan hutang, ditolak lawan jenis, masalah rumah tangga, bahkan kalau sering dibullypun bisa jadi asbabul nujub timbulnya kegelisahan atau bahasa jawanya depression personality. Sampai dititik ini, mungkin kawan-kawan yang membaca akan terus memutar otaknya untuk berusaha menginterpretasi literatur ini sebenarnya kemana arah dan outputnya. Bisa jadi beberapa dari kawan-kawan telah berputus asa dan menganggap ini tidak penting, dan menurut saya memang tidak penting-penting amat...haha. Tapi ada kalimat motivasi yang mengataan bahwa teruslah berjuang jangan sampai putus asa, dan jika anda sampai berputus asa, maka berjuanglah walau sambil berputus asa.
Cinta yang urgent menurut pandangan subjektif kita khususnya anak muda gahoel zaman ini terkadang mengarah dan menjalur yang kurang memperhatikan skala prioritas yang mana yang harus didahulukan yang mana yang harus diakhirkan. Begitu sempit dan dangkalnya kita untuk memaknai dan memahami nada-nada sunyi Cinta yang pada akhirnya tidak dapat didefinisikan secara mutlak atau adanya relativitas tafsir dari setiap insan yang dipengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhinya bisa jadi keadaan sosio-kultural, sosio-geografis atau bahkan lebih dalam psikis-kondisional, kognitif-situasional, dll dll dll. Sekalipun 100, 1000, 10000, atau berjuta-juta orang dan insan yang terus berusaha memberi tahu bahwa Cinta itu tidak hanya tentang dwi insan saja pria-wanita atau yang berlebih-lebihan yang melampaui batas contohnya LGBT. Sudahlah saya tidak tertarik lagi membahas LGBT toh... menurut saya dari referensi beberapa kiyai, ulama, yang namanya amar ma'ruf nahi mungkar itu menurut simpulan mereka yang sudah terbiasa dan berusaha susah payah dengan cinta memahami pesan-pesan Tuhannya, Allahnya, baik lewat ayat-ayatnya atau peninggalan RasulNya yang mulia Shalallahwa'alaihiwassalam adalah mengikat individu insan, jadi amar ma'ruf nahi mungkar sangat-sangat mengikat insan sebagai manusia sebagai ciptaanNya. Oh iya.. lupa juga bahwa pesan-pesan dan perumpamaan Tuhan tidak hanya ada diayat, hadits saja, bahkan kejadian alam, baik alam terbuka ataupun alam bawah sadar sendiri, bahkan tandaNya kadang ada didalam riwayat kejadian hidup kita, bahkan maaf disebuah fesespun pasti Tuhan menginginkan agar manusia bisa untuk bagaimana mau mencari pelajaran-pelajaranNya.
Jadi simpelnya, disimpel-simpelkan saja tidak usah dibikin ruwet bahwa polarisasi kita, alam semesta atau mungkin seekor bebek yang sedang berenang adalah untuk menuju yang satu, yang ahad yang satu-satunya didunia ini, dialam semesta ini, dan siapa ? maka anak kecil atau orang awam seperti saya akan cepat-cepat menyimpulkan yaitu "Tuhan", tapi Tuhan yang mana ? dan, ketika sampai dititik ini beberapa orang mungkin akan berputus asa dan menjadi atheis berada pada situasi lailaha, tapi harapannya semoga Tuhan jikalau benar-benar ada akan menghargai atheis yang terus mencari kebenaran daripada yang hanya berdiam diri statis-parsial.
Kata Albert Enstein tidak ada yang namanya gelap, yang ada itu adalah ketiadaan cahaya dan untuk membedakan atau supaya bisa membedakan maka diberilah sebutan "gelap" untuk mensifati ketiadaan cahaya. Dalam ayat Qur'an tipis sekali yang namanya nur atau cahaya dengan naar yaitu api atau neraka, jadi terkadang dekat sekali yang namanya kegelapan dan terang benderang kadang penilaian kita bisa justru bersifat dikotomis dengan fakta dan realita akan suatu objek, atau diri pribadi kita sendiri. Gus Mus bilang Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti, sadar ataupun tidak sadar disini saya rasa perlu adanya evaluasi yang berkelanjutan dan berkemajuan. Hidup manusia ini berarti tidak selamanya kafir, atau bahkan tidak selamanya muslim yang saya tahu atau yang kita semua tahu, you know ? .. bahwa kata kiyai kampung saya yang diitung itu disaat kita berada di akhiru kehidupan kita dan antum-antum..tapi yang jadi masalah, siapa yang tahu tentang akhirnya ? Waliyullah bisa ? wallahualam.
Ada kiyai berceramah dan menerangkan bahwa telah diturunkan nabi & rasul terakhir oleh Allah SWT, dan menerangkan dan meyakinkan jama'ahnya bahwa dialah yang terakhir maksudnya Rasul terakhir, seolah-olah Nabi Muhammad sang Maestro Cinta Ilahi ini baru turun atau diangkat menjadi Nabi & Rasul kemarin sore, hehe...tapi tidak ada masalah. Ya yang bermasalah orang-orang seperti saya ini yang bisa menilai seseorang tapi tidak tahu ukuran tentang dirinya sendiri, walaupun sekarang-sekarang inshaAllah mulai mau berubah, pastinya berubah dari yang baik menuju yang lebih baik sesuai konsep hijrah. Maestro-maestro Cinta selanjutnya Ibn Arabi, El Jalaludin Rumi, Syech Abdul Qadir Jaelani, Abu Hamid Al-Ghazali, Al Baghdadi, dll dll dll saya takzim saya cinta sekaligus iri dan saya mengajak semua orang untuk bagaimana iri terhadap mereka-mereka ini, dan semoga menjadi motivasi dikemudian hari, amin.
Pembaharu, penjaga sama saja akulturasi atau kolaborasi berkemajuan dan bernusantara dewasa ini menurut saya sudah mulai menuju puncak ketepatannya, ya semoga anda-anda tahu ... KH Hasyim Asy'ari & KH Ahmad Dahlan bersaudara semoga Allah memberi mereka tempat terbaik disana karena telah bermanfaat bagi umat insan, dan menjadi benar-benar penerang dan pengaplikasi Rahmatanlilalamin terbaik. Tak pernah berhenti untuk berkata saya berusaha Cinta pada mereka ini dan berusaha sekaligus iri pada mereka ini.
Berbagai perspektif yang bisa memberikan referensi akan interpretasi Cinta tidak akan selesai dalam kajian 1 hari, 10 hari, bahkan satu tahun sekalipun, dan walau bisa pasti akhirnya hanya akan menimbulkan kegelisahan, dan itu tidak menjadi masalah selagi kawan-kawan bisa untuk bagaimana bulir-bulir, poin-poin, berbagai pelajaran Cinta dari permasalahan atau jika kegelisahan yang mungkin terjadi di internal diri dianggap masalah, berpikirlah ! Sampai akhirnya maqam mahabah bisa mencapai kulminasi dari insan itu sendiri relatif dari keinginan dan perwayangan apa yang diinginkan Tuhan kita, atau yang tercatat dilauhulmahfuz kita, doalah yang tepat dan tajam dengan syarat-syaratnya.
Perlu diketahui Tuhan kita Allah kita, Tuhan bagi semua umat semua agama sebenarnya hanya satu, hanya saja ada beberapa umat yang salah sambung, salah memasukan kode nomor menuju Tuhannya. Manusia diajarkan lewat alfatihah dimana kita disuruh untuk mengucapkan alhamdulillah, arahmanirahim pujian-pujian terlebih dahulu sebelum iyakanabuduaiyakanasyta'in, ihdinasyiratalmustaqim sebagai kalimat doa, maknai saja sendiri !!! Cinta dan rasa tasyrikh pada Rasulullah shalalallahwa'alaihiwassalam itu juga penting, pujian-pujian, doa-doa sebagai rumus take-give dengan Rasul (kalau menurut Cak Nun), penting sebelum berdoa kepada Allah Subhanawata'ala.
Mari bersatu, mari beilmu, mari berevaluasi untuk maju.
Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan, budaya komentar baik tanggapan ataupun kritik-konstruktif sangat diharapkan sebagai budaya aplikasi gotong royong nyata !! :) terimakasih wassalamualaikum
Moh Yogi Mukti

Artikelnyabagus.mengartikan satu kata yang maknanya sangat luas...
BalasHapus