Rabu, 30 November 2016

Yang disembunyikan...

Aku rasa bohong itu keindahan 
Takdir pasti keindahan adalah semuanya indah
Curang bila saat terik panas
Kau sebut itu bukan keindahan

Pekat lampau telah terbenam membatin
Aku sembunyikan sampai entah waktu mana
Raungan pemberontakannya ingin dibagikan
Entah pada makhluk indah mana ku muncratkan

 Raut wajah lugu senyum simpul manis
Cukup buatku bersyukur haru
Karena terdapat yang lebih dari indahnya tangis 
Aku coba tatap dan langkah hidup baru 

Terlupakan dilupakan bukan aku rasakan
Tapi cahayaku terlupakan oleh aku
Ingin ku sayangi semua yang merasa sentuhan
Sulit ungkapkan hati yang terlanjur banyak terlubangi

Aku tidak berbicara soal kebenaran
Bicaraku berusaha tidak mempersoalkan
Karyaku sengaja tidak sengaja aku tahan
Menunggu energi baru terkandung bertahta dijiwa

Pembelaku aku sakiti dengan keji
Walau kenyataannya dia tak akan tersakiti
Pikirku aku pula selalu disakiti
Ternyata bukan alunan kedamaian terasa
Malah rasa hina dan aniaya merasuk sukma

Peduliku pada yang bersandar diluasnya bumi
Arogan dan egoisku adalah satu
Berikan telingamu menjadi pendengar terbaik
Maka akan ku berikan lebih dari itu 

Sayang sayangilah semuanya
Bisa dengan tangis bahkan tawa
Cintailah sukma dengan saling berbagi lara
Dengan tak lupa berbagi suka cita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar